Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contoh Soal Reaksi Redoks

Salah satu jenis reaksi kimia yang wajib diketahui oleh banyak orang adalah reaksi redoks. Untuk bisa menentukan reaksi ini yang berdasarkan bilangan oksidasi, Anda harus memahami tentang bagaimana cara menentukan bilangan oksidasi yang baik dan benar terlebih dahulu. Dalam hal ini, kami juga akan membahas secara singkat terkait hal tersebut di sini.

Sebelum kita masuk ke pembahasan tentang cara menentukan bilangan oksidasi yang baik dan benar tersebut, ada baiknya jika Anda semakin mengenal tentang jenis reaksi ini terlebih dahulu. Sebab, tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa orang yang belum mengenal jenis reaksi ini secara jelas.

Untuk membantu Anda dan beberapa orang lainnya mengetahui tentang hal ini secara lebih jelas dan lengkap, kami akan membahas informasinya secara rinci. Oleh karena itu, penting untuk Anda lakukan menyimak isi artikel ini sampai akhir. Dengan begitu, Anda tidak perlu mengalami kesulitan lagi untuk memahami tentang reaksi jenis ini.

Apa itu reaksi redoks?

Mengawali pembahasan tentang hal ini, pada dasarnya pengertian dari reaksi reduksi-oksidasi (redoks) adalah reaksi kimia yang dapat terjadi dari gabungan reduksi dan reaksi oksidasi tertentu. Jenis reaksi ini akan mencakup semua proses kimia dan atom juga akan melibatkan perubahan keadaan bilangan oksidasi atau biloks.

Seperti yang sudah banyak orang tahu, di suatu reaksi kimia yang lengkap, reaksi oksidasi akan selalu diikuti oleh reaksi reduksi. Sementara untuk reduksi itu sendiri adalah reaksi penurunan elektron, sehingga hal ini dapat menyebabkan terjadinya penurunan bilangan oksidasi atau bisa disebut juga dengan kejadian pelepasan oksigen.

Berbeda dengan pengertian dari reduksi, untuk oksidasi adalah reaksi penerimaan kenaikan elektron, sehingga hal ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan bilangan oksidasi atau bisa disebut juga dengan reaksi pengikatan oksigen. Dalam hal ini, zat yang mengalami oksidasi akan disebut dengan nama reduktor dan zat yang mengalami reduksi akan disebut dengan nama oksidator.

Sama halnya seperti jenis-jenis reaksi yang lainnya, jenis reaksi yang satu ini juga memiliki beragam fungsinya tersendiri, yaitu:

  • Untuk memahami fenomena korosi logam, sehingga seseorang bisa lebih mudah untuk mencari tahu tentang metode pencegahannya.
  • Penggunaan lumpur aktif yang dapat digunakan untuk mengolah limbah secara lebih baik lagi.
  • Untuk mengetahui reaksi fotosintesis yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, bisa dipastikan bahwa reaksi yang satu ini sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari manusia.
  • Berperan sebagai oksidasi makanan dalam sel tertentu. Dalam hal ini, masih ada beberapa orang yang belum mengetahui tentang fungsi reaksi yang satu ini.

Keempat fungsi yang ada di atas sangatlah berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari manusia. Maka dari itu, sudah menjadi hal yang wajar jika semua orang perlu memahami sistem reaksi ini secara baik dan benar.

Ciri-ciri reaksi reduksi-oksidasi (redoks)

Pada dasarnya, nama redoks pada jenis reaksi ini sendiri berasal dari gabungan nama reduksi dan oksidasi, sehingga tidak mengherankan jika jenis reaksi ini juga sering dikenal dengan nama reaksi reduksi-oksidasi.

Reaksi reduksi-oksidasi memiliki beberapa ciri-ciri tertentu yang wajib Anda ketahui secara baik dan benar. Dengan memahami apa saja ciri-ciri yang dimilikinya tersebut, Anda jadi bisa lebih mudah untuk memahami sistem atau prinsip kerja yang berlaku di dalamnya. Tak perlu membahas hal lainnya lagi, berikut adalah ciri-ciri reaksi reduksi-oksidasi (redoks):

  • Terdapat unsur bebas di dalamnya, seperti CI2 (klorin), Cu (cuprum), O2 (oksigen). Ketiga unsur ini akan terdapat di dalam reaksi reduksi-oksidasi (redoks).
  • Terjadi perubahan biloks atau bilangan oksidasi. Bilangan oksidasi yang ada dalam sistem reaksi ini dapat mengalami perubahan di beberapa waktu tertentu.
  • Terdapat reduktor yang meliputi di dalamnya. Yang dimaksud dengan reduktor di sini adalah suatu zat yang mengalami proses oksidasi.
  • Terdapat oksidator yang meliputi di dalamnya. Definisi dari oksidator itu sendiri adalah sebuah zat yang mengalami proses reduksi.

Dalam hal ini, Anda perlu mengingat dengan baik bahwa reduktor dan oksidator memiliki arti yang berbeda dan tidak sesuai dengan namanya itu sendiri. Jadi, jangan sampai tertukar ketika memahami kedua jenis istilah ini.

Cara menentukan bilangan oksidasi dengan mudah dan tepat

Ada beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk menentukan bilangan oksidasi secara tepat. Meski cara ini sebenarnya sudah cukup diketahui oleh banyak orang, tapi tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa orang yang belum memahaminya secara jelas. Maka dari itu, di sini kami akan menjelaskannya secara lebih rinci dan mudah dipahami.

Membahas tentang bilangan oksidasi, pada dasarnya bilangan ini sendiri adalah angka yang menunjukkan jumlah elektron dari suatu atom yang diterima atau dilepaskan oleh atom dalam senyawa. Dalam hal ini, senyawa yang berkaitan tersebut akan terbentuk melalui ikatan ionik. Jadi, Anda perlu mengetahui bagaimana cara menentukan bilangan oksidasi yang baik dan benar. Untuk membantu Anda dalam mengetahuinya, berikut kami sampaikan informasi tentang aturan-aturan yang berlaku di dalamnya, yaitu:

  • Angka nol adalah bilangan oksidasi unsur bebas, misal Ne, H2, O2, Na, Cu, dan Fe.
  • Bilangan oksidasi ion poliatom dan monoatom sama dengan muatan ionnya.
  • Bilangan oksidasi unsur golongan IA adalah +1, sementara untuk unsur golongan IIA adalah +2. Sebut saja unsur Na pada senyawa NaCI, Na2SO4, dan Na2O adalah +1.
  • Bilangan oksidasi unsur golongan VIA yang ada pada senyawa biner adalah -2, sementara untuk unsur golongan VIIA pada senyawa yang sama adalah -1. Sebut saja bilangan oksidasi unsur S pada Na2S dan MgS yang tidak lain -2.
  • Bilangan oksidasi unsur golongan H pada senyawanya adalah +1. Sebut saja bilangan oksidasi unsur golongan H pada H2O, HCI, H2S, dan NH3 adalah +1.
  • Bilangan oksidasi unsur golongan O pada senyawanya adalah -2. Namun, hal ini tidak akan sama dengan bilangan oksidasi yang ada pada senyawa biner dengan F. Untuk bilangan oksidasi tersebut adalah +2. Sebagai contoh, KO2 dan NaO2 yang memiliki bilangan oksidasi dalam senyawa superoksida -1/2.
  • Jumlah bilangan oksidasi atom unsur pembentuk ion poliatom akan sama dengan muatan ion poliatomnya. Sebagai contoh, ion NH4+ akan memiliki jumlah bilangan oksidasi unsur N -3 dan H +1.

Contoh soal reaksi reduksi-oksidasi (redoks)

Pada persamaan reaksi reduksi-oksidasi (redoks) c MnO4 + 6H+ + d C2H2O4 = c Mn2+ + 8H2O + 10 CO2, berapa nilai c dan d yang dimaksud di atas?

Jawaban dari soal tersebut adalah 2 dan 5. Hasil ini bisa didapatkan dengan menggunakan rumus:

Jawaban contoh soal redoks

Setelah memahami penjelasan yang ada di atas, sekarang Anda tidak perlu mencari tahu lagi tentang apa yang dimaksud dengan reaksi redoks. Semua informasi mengenai jenis reaksi ini telah kami tuliskan, sehingga kami berharap artikel ini bisa membantu banyak orang dalam menambah wawasannya.